Kelola Tambang Berbasis Tradisi Pesantren, Mungkinkah?

REFLEKSI 1 TAHUN APWNU Asosiasi Pertambangan Warga Nusantara (APWNU) mulai menunjukkan eksistensinya di blantika pertambangan Indonesia. Sebagai pendatang baru di jajaran organisasi pertambangan Indonesia, APWNU terkesan mencoba membangun narasi berbeda tentang kesiapannya menjadi pemain yang turut meramaikan dunia pertambangan. Dalam gelaran memperingati  Harlah ke 1 organisasi tersebut, Joko Suprianto,...

KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN OLEH PEREMPUAN (Refleksi Peringatan Hari Kartini)

Judul di atas bisa jadi mengundang pertanyaan, “mungkinkah kekerasan terhadap perempuan dilakukan oleh perempuan sendiri”? Bukankah selama ini kekerasan terhadap perempuan disebabkan oleh praktik-praktik yang berbasis ideologi patriarki? Berbagai pertanyaan tersebut tentu saja tidak salah, karena realitasnya, perempuan kerap menjadi korban kuasa patriarki. Namun Demikian, kita tidak bisa melihat...

DEMI UANG: HARUSKAH KAMPUS MENJADI ‘BROKER’ TAMBANG (ANALISIS KRITIS PERNYATAAN FORUM REKTOR)

Zulfatun Mahmudah Pertambangan menjadi bisnis seksi yang menarik minat banyak institusi. Setelah NU dan Muhammadiyah, kini giliran Forum Rektor “kepincut” bisnis tersebut. Seperti ditulis Kompas.com (22/1/2025), Wakil Ketua Forum Rektor, Didin Muhafidin mendukung wacana agar Perguruan Tinggi (PT) dapat mengelola tambang yang diusulkan masuk dalam revisi Undang-Undang Pertambangan Mineral...

Representasi Subjek Perempuan dalam Film

Sebagai produk budaya dan praktik sosial, film memiliki arti penting bagi representasi citra perempuan. Teresa de. Lauretis (1984: 38) dalam bukunya Alice Doesn’t: Feminism, Semiotics, and Cinema  menyebutkan “…cinema works most effectively as an imaging machine, which by producing images (of women or not of women) also tends to...

Lokalitas Budaya Sebagai Ruang Negosiasi

Pembicaraan tentang lokalitas budaya seringkali terkait dengan perspektif yang menganggap budaya sebagai hal-hal terbaik yang menjadi jati diri seseorang ataupun komunitas. Dalam Peraturan Daerah DIY nomor 3 tahun 2017 misalnya, kebudayaan Yogyakarta dipahami sebagai nilai-nilai dasar yang luhur hasil cipta dan rasa yang mewujud dalam karsa dan karya yang...

PPMI Kutai Timur Bekerjasama dengan Zulfa Public Speaking Course Gelar Pelatihan Public Speaking

Komunikasi menjadi faktor penting kesuksesan organisasi dalam menjalin hubungan dengan para pemangku kepentingan. Menyadari hal tersebut, Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Kutai Timur menggelar pelatihan public speaking bagi anggotaanya. Kegiatan yang diikuti para pengurus PPMI berbagai perusaahaan yang ada di Kutai Timur itu, juga dihadiri ketua DPP PPMI, Wahidin....

ZULFA PUBLIC SPEAKING COURSE DAN DINAS KESEHATAN KUTAI TIMUR GELAR PELATIHAN PUBLIC SPEAKING

Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur menjadi salah satu pilar penting dalam menyukseskan program pemerintah, khususnya dalam bidang kesehatan. Program kerja yang banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti penyuluhan dan sosialisasi kesehatan menuntut para stafnya memiliki kemampuan komunikasi publik. Menyadari hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr. Bahrani, MAP...

DENGAR SUARA PEREMPUAN MUHAMMADIYAH DARI TAPAK TAMBANG

Assalamu’alaikum, Untuk saudara-saudaraku, warga Muhammadiyah yang tengah berjuang mengembalikan matahari Muhammadiyah tetap bersinar menerangi umat melalui dunia pendidikan dan kesehatan, berikut ini materi presentasi diskusi “Dengar Suara Perempuan Muhammadiyah dari Tapak Tambang”. Silakan klink LINK berikut. Untuk teks narasi dari PPT tersebut bisa dibaca di https://zulfatunmahmudah.id/?p=996 dan https://zulfatunmahmudah.id/?p=963....

PEREMPUAN NU BICARA TAMBANG

Kegelisahan warga NU pasca keputusan PBNU menambang mendorong mereka melakukan berbagai aksi, salah satunya dengan menggelar diskusi. Fatayat NU sebagai salah satu badan otonom turut ambil bagian dalam aksi tersebut. Dimotori oleh Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diskusi bertajuk Perempuan NU Bicara Tambang digelar 2...

MENAKAR WACANA ‘MASLAHAH’ TAMBANG ORMAS

Zulfatun Mahmudah* PP No 25 tahun 2024 yang menjadi payung hukum izin menambang bagi ormas disambut baik oleh ormas keagamaan. Setelah Pengurus Besar Nahdlatul ‘Ulama (PBNU), kini giliran Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang menyatakan menerima izin usaha pertambangan tersebut. Dikutip  dari laman tempo.co, PP Muhammadiyah menyetujui dan menerima IUP...
error: Content is protected !!