MENYONGSONG PURNA BAKTI DENGAN SENANG HATI

Bagi sebagian orang, memasuki masa purna bakti menjadi momok tersendiri. Bayangan hilangnya fasilitas dan berkurangnya kemapanan terkadang datang menghantui.

Kondisi tersebut bisa dialami oleh karyawan, terutama mereka yang bekerja di industri yang mapan. Tidak bisa dipungkiri, karyawan yang bekerja di perusahaan yang mapan, terbiasa dimanjakan oleh gaji dan benefit lain yang cukup tinggi, salah satunya adalah perlindungan kesehatan.

Setidaknya, ada tiga hal yang kerap menimbulkan kekhawatiran karyawan yang akan memasuki fase ini; perubahan fasilitas kesehatan, menurunnya pendapatan, dan hilangnya masa kejayaan atau perubahan status sosial. Bagi mereka yang tidak siap mental, kondisi tersebut kerap menimbulkan “post-power syndrome

Oleh karena itu, membekali karyawan dengan berbagai pengetahuan sebelum memasuki masa purna bakti pun menjadi hal penting. PT Kaltim Prima Coal (KPC) misalnya, secara berkala menggelar pelatihan pra purna bakti bagi karyawannya.

Mengusung tema “Pensiun Unggul”, perusahaan tambang batu bara kelas dunia ini berupa menyiapkan karyawannya menjadi pensiunan yang sukses di kemudian hari. Departemen Learning & Development sebagai penanggungjawab program, menghadirkan sejumlah narasumber, salah satunya adalah Dr. Zulfatun Mahmudah, S.Pd, M.I.Kom, CSRS.

Dalam kesempatan itu, Zulfa berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mengatasi perpindahan fasilitas pengobatan, cara menginvestasikan dana yang aman, dan bagaimana mengatasi kemungkinan terjadinya post power syndrome.

Bagi peserta pelatihan yang membutuhkan materi presentasi, silakan klik di LINK berikut ini.

error: Content is protected !!