PERINGATI HARI LINGKUNGAN HIDUP DUNIA, PANDURATA DX HAM RADIO COMMUNITY GELAR SPESIAL QSO
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pandurata DX Ham Radio Community menggelar Spesial QSO (baca: komunikasi radio). Kegiatan yang digelar dua hari (5-6/11/2026) itu, sukses menyedot animo para amatir radio. Tercatat ada 2146 stasiun lokal dan internasional turut meramaikan gelaran tersebut.
Penggiat Pandurata DX Ham Radio Community, E.A Rafidin Rizal menjelaskan, komunitasnya menaruh perhatian khusus terhadap persoalan pelestarian lingkungan. Ia menegaskan, setelah sukses melakukan penanaman pohon di lingkungan Ibu Kota Nusantara (IKN), para amatir radio dalam wadah komunitasnya secara khusus melakukan kampanye kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan amatir radio.
“Kami sangat senang karena kegiatan ini mendapat perhatian besar dari para amatir radio di dalam dan luar negeri. Selama 80 jam 40 menit kegiatan itu berlangsung, sebanyak 2145 stasiun turut berpartisipasi,” ungkap Rizal. Dari jumlah tersebut, tercatat 707 merupakan amatir radio dari negara lain, yang tersebar di seluruh dunia.
Kegiatan yang di mulai 5 Juni pukul 16.00 Wita dan berakhir 6 Juni pukul 24.00 Wita itu melibatka 11 operator yang tergabung di komunitas Pandurata DX Ham Radio Community. Mereka adalah E.A. Rafiddin Rizal (YB7WR) , Sunari (YB7VGB), Yuspi Heriansyah (YC7UPZ), Arbain Noor Akil (YB7UB), Dadang Ridwan (YC7UEQ), Cucu Suhartiningsih (YC7VMS), Wahyu Widhi Heranata (YB7WW), Hendra Yuni Irawan (YC7UGH), Muhammad Rijadie (YB7XMR), Arliansyah (YC7UDD), Hasmah (YD7VTJ).
Komunikasi radio itu dilakukan dalam dua bentuk, voice dan digital. Para operator tidak mengenal lelah saling mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan. Salah satu operator, Wahyu Widhi Heranata (YB7WW) yang pernah menjabat Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Timur mengaku bangga bisa terlibat dalam kegiatan ini. “Komitmen menjaga lingkungan harus menjadi kesadaran semua individu, termasuk para amatir radio,” ungkapnya. 
Wahyu Widhi Heranata yang akrab disapa Didit menambahkan, piranti komunikasi yang dimiliki para amatir radio mampu menembus batas negara. Menurutnya, hal itu menjadi keunggulan tersendiri bagi terlaksananya kampanye pemeliharaan lingkungan secara global.
Spesial QSO ini, menjadi gelaran pertama bagi Pandurata DX Ham Radio Community, sejak komunitas ini beralih nama. Sebelumnya, komunitas itu mengusung nama Dxpedition Team Kaltim, yang beranggotakan para amatir radio di wilayah Kalimantan Timur. Rizal, yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur menyebutkan, perubahan nama tersebut dimaksudkan menjadi Pandurata DX Ham Radio Community untuk memberi wadah bagi kegiatan yang lebih luas agar komunitas yang digagasnya lebih mendunia.
Link EQSL bisa di download disini, dan statistik QSO bisa dilihat di link berikut ini.