{"id":341,"date":"2020-10-02T07:05:35","date_gmt":"2020-10-02T07:05:35","guid":{"rendered":"http:\/\/zulfatunmahmudah.id\/?p=341"},"modified":"2020-10-02T07:15:21","modified_gmt":"2020-10-02T07:15:21","slug":"memahami-model-model-public-relations","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/?p=341","title":{"rendered":"Memahami Model-Model Public Relations"},"content":{"rendered":"\n<p>Grunig dalam\nHarrison (2011, p. 86) membagi model <em>public relations<\/em> dalam empat kategori.\nModel dimaksudkan sebagai sekumpulan nilai dan pola\nperilaku yang mencirikan pendekatan yang diambil oleh Departemen PR atau individu praktisi PR dalam\nmenjalankan berbagai program. Berbagai model yang ditawarkan Grunig merupakan bentuk\nsaluran komunikasi antara organisasi dengan publik. Dalam membina hubungan baik\ndengan para stakeholder, organisasi harus bisa memilih saluran komunikasi yang\ntepat. Sebab, kesuksesan komunikasi sangat ditentukan oleh pemilihan model\nkomunikasi itu sendiri. <\/p>\n\n\n\n<p>Seperti dikatakan oleh Harold Lasswell, bahwa cara yang terbaik untuk menerangkan proses komunikasi adalah menjawab pertanyaan :\u00a0<strong>w<em>ho, says what, in which channel, to whom, with what effect<\/em><\/strong>\u00a0(siapa mengatakan apa melalui saluran apa kepada siapa dengan efek apa). Jadi dapat disimpulkan bahwa\u00a0komunikasi\u00a0adalah pesan yang disampaikan kepada komunikan (penerima) dari komunikator (sumber) melalui saluran-saluran tertentu baik secara langsung atau tidak langsung dengan maksud memberikan dampak kepada komunikan sesuai dengan yang diingikan komunikator. Penjabaran tersebut menegaskan bahwa saluran komunikasi menjadi bagian penting dalam sebuah proses komunikasi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" width=\"1024\" height=\"205\" src=\"http:\/\/zulfatunmahmudah.id\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/DiagramCommunication-1024x205.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-342\" srcset=\"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/DiagramCommunication-1024x205.png 1024w, https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/DiagramCommunication-300x60.png 300w, https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/DiagramCommunication-768x154.png 768w, https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/DiagramCommunication.png 1233w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Dalam proses PR, pemilihan saluran komunikasi yang tepat\nmenjadi bagian penting agar proses PR berjalan dengan baik. Grunig menawarkan\nempat model, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. <em>Pres Agentry<\/em> atau <em>Publicity<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Model ini dimaksudkan untuk\ntujuan propaganda. Komunikasi bersifat satu arah dari komunikator ke penerima.\nModel ini memandang kebenaran informasi sebagai hal yang tidak esensial. Press\nagentry atau publikasi biasanya dilakukan untuk kepentingan iklan atau promosi\nproduk. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. <em>Public Information<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Public information adalah\nmodel yang biasa digunakan oleh perusahaan, pemerintah, dan juga organisasi non\nprofit. Organisasi memanfaatkan model ini untuk menyebarkan informasi baik\nterkait program yang dilakukan maupun produk yang akan dihasilkan. Cara ini\ndilakukan satu arah dan organisasi yang menggunakan model ini biasanya tidak\nmembutuhkan umpan balik. Meskipun tidak membutuhkan umpan balik, tetapi\norganisasi akan menempatkan kebenaran informasi yang disampaikan sebagai bagian\npenting langkah PR. Model ini dikenalkan oleh Ivy Lee di awal tahun 1900 an.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. Two-way asymmetrical<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah korporasi yang memilih model asimetris dua arah&nbsp;dalam\nmenjalankan fungsi PR nya, akan mengawali sebuah riset public atau\nstakeholdernya. Pemahaman bagaimana karakter stakeholder, apa yang menjadi\nkeinginan mereka, dan bagaimana penilaian stakeholder terhadap produk yang\ndihasilkan, akan menjadi pertimbangan penting sebelum korporasi mengambil suatu\nkebijakan atau pun program, khususnya yang terkait dengan masyarakat. Hasil\nriset tersebut selanjutnya akan menjadi pertimbangan agar program ataupun\nproduk yang dihasilkan korporasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun demikian, pihak organisasi tidak memberikan ruang bagi\npublik ataupun stakeholder untuk memberikan umpan balik agar program sesuai\ndengan harapan masyarakat. Organisasi memanfaatkan informasi yang diperoleh\ndari riset tersebut untuk kepentingan dirinya agar bisa survive dan kompetitif\ndengan korporasi lain. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>4. Two-way symmetrical<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Grunig dalam Robinson (2011, p. 90), model simetris\ndua arah&nbsp; merupakan model yang paling\nideal dan bisa menjadi jembatan kesuksesan praktik PR. Dalam model ini baik\nkorporasi maupun publik melakukan komunikasi secara berimbang dan saling\npengertian. Sebagaimana dalam <em>model two-way asymmetrical<\/em>, korporasi juga\nmelakukan riset awal. Riset stakeholder tersebut ditujukan untuk mengetahui apa\nyang sedang dibutuhkan masyarakat, apakah program yang dijalankan korporasi\nsudah sesuai dengan keinginan mereka, sekaligus mengetahui apa pendapat mereka\nterhadap korporasi. <\/p>\n\n\n\n<p>Bedanya adalah, dalam model ini, hasil riset dijadikan\nmasukan untuk menyusun strategi PR yang tepat dan menjadi pertimbangan program\napa yang paling tepat untuk dilaksanakan. Disisi lain, korporasi juga\nmemanfaatkan komunikasi dan hubungan ini untuk memberikan gambaran apa yang\nsudah, sedang, dan bahkan akan&nbsp; dilakukan\nkorporasi. Pemaparan tersebut diharapkan bisa berdampak pada pengertian\nsekaligus dukungan stakeholder terhadap korporasi. Intinya, baik korporasi\nmaupun stakeholder sama-sama diuntungkan. <\/p>\n\n\n\n<p>Model simetris dua arah ini umumnya diterapkan oleh\nkorporasi yang secara serius mengedepankan konsep <em>triple bottom line\n(profit, people planet). <\/em>Triple bottom line adalah konsep\npengukuran kinerja suatu usaha secara \u201cholistik\u201d dengan memperhatikan ukuran\nkinerja ekonomis berupa perolehan profit, ukuran kepedulian sosial, dan pelestarian\nlingkungan. (Elkington, 1998). Bagi korporasi yang menjadikan program corporate\nsocial responsibility (CSR) sebagai bagian tak terpisahkan dari aktivitas\nusahanya,&nbsp; model inilah yang akan dipilih\nuntuk melaksanakan aktivitas PR nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Note:<\/p>\n\n\n\n<p>Disarikan\ndari buku<em> Strategic Public Relations, A Practical Guide to Success, Kim\nHarrison.<\/em><em><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Grunig dalam Harrison (2011, p. 86) membagi model public relations dalam empat kategori. Model dimaksudkan sebagai sekumpulan nilai dan pola perilaku yang mencirikan pendekatan yang diambil oleh Departemen PR atau individu praktisi PR dalam menjalankan berbagai program. Berbagai model yang ditawarkan Grunig merupakan bentuk saluran komunikasi antara organisasi dengan publik. Dalam membina hubungan baik dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0},"categories":[7],"tags":[],"gutentor_comment":0,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/341"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=341"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/341\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":344,"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/341\/revisions\/344"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=341"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=341"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=341"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}