{"id":332,"date":"2020-05-01T01:42:22","date_gmt":"2020-05-01T01:42:22","guid":{"rendered":"http:\/\/zulfatunmahmudah.id\/?p=332"},"modified":"2020-05-01T01:47:13","modified_gmt":"2020-05-01T01:47:13","slug":"sisi-lain-covid-19-dari-pandemi-hingga-digitalisasi-dunia-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/?p=332","title":{"rendered":"DARI PANDEMI HINGGA DIGITALISASI DUNIA PENDIDIKAN"},"content":{"rendered":"\n<p>Pandemi <em>Coronavirus Disease<\/em> 2019 (Covid-19) menjadi momok yang meresahkan sekaligus menakutkan bagi semua orang. Berbagai hal negatif terkait pandemi covid-19 menjadi perbincangan di berbagai media massa dan dunia maya. Kita nyaris lupa bahwa ada sisi lain dari munculnya pandemi ini. Salah satunya adalah maraknya penggunaan internet untuk menunjang proses belajar mengajar. <\/p>\n\n\n\n<p>Pemanfaatan internet untuk pembelajaran sebenarnya\nbukan hal baru. Banyak pihak yang sukses menerapkan pola pembelajaran jarak\njauh dengan memanfaatkan teknologi internet. Persoalannya adalah di negara\nkita, internet yang menawarkan begitu banyak hal positif untuk pembelajaran,\nbelum optimal pemanfaatannya. <\/p>\n\n\n\n<p>Kementerian Kominfo sempat melansir, jumlah pengguna\ninternet di Indonesia hingga Juli 2019 mencapai 171 juta orang. Dari jumlah\ntersebut, 64,8% digunakan untuk akses hiburan, 17,1% untuk akses game, dan 14%\nuntuk situs busana dan buku. Selain itu, data Global Web Index 2018 menyebutkan\n86 persen pengguna internet di Indonesia memanfaatkan internet untuk belanja\nonline.<\/p>\n\n\n\n<p>Data tersebut menunjukkan bahwa\npemanfaatan internet untuk kebutuhan belajar masih sangat minim. Covid-19\nmengajarkan kita semua ada hal yang keliru dalam kehidupan kita. Teknologi yang\nharusnya memberikan sisi positif, khususnya bagi dunia pendidikan justru\nterabaikan. Keharusan <em>phisical<\/em> dan <em>social distancing<\/em> selama pandemi, tidak\nmemberi pilihan bagi para pelaku dunia pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Internet menjadi satu-satunya pilihan yang harus\ndiambil agar pembelajaran tetap berjalan. Pendidikan tidak boleh terhenti dalam\nkondisi seperti saat ini. Kecanggihan teknologi pun diharapkan mampu\nmenjembatani proses belajar di semua jenjang pendidikan. Semua pihak yang\nterlibat dalam proses belajar mengajar, khususnya dosen, guru, mahasiswa, dan\npelajar dipaksa untuk berbagi ilmu dan memburu ilmu lewat dunia maya. <\/p>\n\n\n\n<p>Internet yang selama ini sekedar untuk ajang <em>chatting <\/em>dan <em>posting<\/em> hal-hal yang kurang produktif perlahan berubah fungsi.\nMereka yang gemar memburu fashion secara online, dipaksa beralih mencari buku,\nbaik yang versi cetak maupun e-book. Pembelajaran online yang dulunya seakan\nbarang mewah hanya milik lembaga yang berkelas, kini menjadi proses yang\ndijalankan oleh semua lapisan. Bahkan sekolah-sekolah yang berada di desa pun\nmelakukan mekanisme yang sama. Tidak ada perdebatan apalagi penolakan dengan\nmekanisme baru ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Masih segar dalam ingatan kita, ketika ujian nasional\nakan dilakukan secara online, muncul berbagai opini di tengah masyarakat. Dari\nmulai perangkat yang tidak siap hingga jaringan internet yang tidak memadai,\nmenjadi perdebatan yang tidak berujung. Kini tidak hanya ujian, pembelajaran\nharianpun memanfaatkan jaringan internet. Perubahan yang terbilang radikal dan\nmassive itu telah terjadi di dunia pendidikan kita. Akankah sistem ini\nberlangsung jangka panjang atau kita akan kembali ke sistem konvensional pasca\npandemi berakhir?<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Program\nE-Learning<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pembelajaran online yang dilakukan oleh semua lembaga\npendidikan di masa pandemi ini bisa menjadi tonggak awal berdirinya program\nE-learning, khususnya di jenjang Perguruan Tinggi (PT). Memang benar, selain\nUniversitas Terbuka (UT), saat ini ada beberapa PT yang telah menjalankan\nprogram E-Learning. Proses pembelajaran dari awal masuk hingga akhir masa studi\ndilakukan jarak jauh dengan memanfaatkan internet.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun demikian, jumlah PT yang membuka program kuliah seperti ini masih\nsangat sedikit. Berdasarkan informasi yang disampaikan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi\n(Menristekdikti), pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019, di\nkampus Universitas Indonesia (UI) lalu, jumlah PT yang membuka program\nE-learning baru kisaran 15 dari 4.741 PT yang ada di Indonsia. <\/p>\n\n\n\n<p>Padahal program E-learning merupakan salah satu\nsistem pendidikan yang memungkinkan kuliah sambil bekerja. Dengan cara\ntersebut, masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi dan harus bekerja bisa\ntetap kuliah. Program E-learning adalah solusi agar pendidikan bisa dilakukan\ndalam segala keadaan. Semakin banyak lembaga yang membuka program tersebut,\nsemakin banyak pula alternatif yang bisa dipilih sesuai dengan kemampuan\nmasyarakat, baik dari sisi waktu maupun biaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Proses pembelajaran online selama pandemi ini\nseharusnya menjadi pengalaman sekaligus pertimbangan penting baik bagi PT\nmaupun pemerintah. PT yang selama ini enggan atau bahkan takut membuka program\nE-learning dengan alasan minimnya fasilitas atau bahkan takut hasilnya tidak\noptimal, bisa membuat evaluasi awal dari proses yang berjalan saat ini.\nSementara bagi pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,\npraktik ini bisa menjadi pertimbangan untuk mempermudah perijinan pembukaan\nprogram E-Learning.\n\nDengan cara tersebut, diharapkan kita bisa\nmengambil sisi lain dari pandemi Covid-19 yang bersifat positif bagi dunia\npendidikan. Semoga pandemi ini segera berakhir dan kita bisa bangkit bersama-sama\ndemi kemajuan bangsa. Selamat Hari Pendidikan Nasional.\n\n\n\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) menjadi momok yang meresahkan sekaligus menakutkan bagi semua orang. Berbagai hal negatif terkait pandemi covid-19 menjadi perbincangan di berbagai media massa dan dunia maya. Kita nyaris lupa bahwa ada sisi lain dari munculnya pandemi ini. Salah satunya adalah maraknya penggunaan internet untuk menunjang proses belajar mengajar. Pemanfaatan internet untuk pembelajaran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0},"categories":[3],"tags":[],"gutentor_comment":0,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/332"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=332"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/332\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":335,"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/332\/revisions\/335"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=332"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=332"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=332"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}