{"id":318,"date":"2020-03-09T14:15:02","date_gmt":"2020-03-09T14:15:02","guid":{"rendered":"http:\/\/zulfatunmahmudah.id\/?p=318"},"modified":"2020-03-09T14:15:53","modified_gmt":"2020-03-09T14:15:53","slug":"peran-ganda-perempuan-pekerja-tambang-sebuah-refleksi-peringatan-hari-perempuan-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/?p=318","title":{"rendered":"PERAN GANDA PEREMPUAN PEKERJA TAMBANG (Sebuah Refleksi Peringatan Hari Perempuan Internasional)"},"content":{"rendered":"\n<p>&nbsp;\u201cKodrat saya sebagai perempuan adalah mengurus keluarga. Saya\nbekerja di luar rumah karena saya ingin mencari kegiatan positif, sekaligus\nmenghasilkan uang untuk biaya anak-anak. Dengan dasar pemikiran itu, saya tidak\nmerasa beban harus mengerjakan dua tugas sekaligus.\u201d <\/p>\n\n\n\n<p>Pernyataan itu disampaikan\nUmandia, perempuan <em>single parent<\/em> yang\nsudah 27 tahun bekerja sebagai operator alat berat di sebuah tambang batubara\ndi Kalimantan Timur. Peran ganda yang kerap diperdebatkan bukan sebuah persoalan\nbagi seorang Umandia. <\/p>\n\n\n\n<p>Apa yang disampaikan Umandia\ntidak berbeda dengan pendapat rekan kerjanya. Suryani, perempuan asal Sulawesi\nSelatan yang juga sudah 27 tahun menekuni profesi sebagai operator alat berat\nmengaku tidak beban dengan peran ganda yang ia jalankan. <\/p>\n\n\n\n<p>Suryani menuturkan \u201dorang\ntua saya mengajarkan, kodrat saya sebagai perempuan tidak boleh dilupakan meski\nsaya kerja di luar rumah. Saya bisa bekerja dengan tenang jika pekerjaan rumah\nselesai sebelum berangkat kerja, sehingga di tempat kerja tidak kepikiran\nurusan rumah.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Pernyataan cukup\ntegas juga disampaikan Sherly, perempuan yang juga sudah bekerja 27 tahun\nsebagai operator alat berat di tambang yang sama. Sherly mengaku harus bisa\nmembuktikan bahwa profesinya sebagai operator alat berat di tambang tidak akan\nmengganggu tugasnya di rumah.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;\u201cSuamiku berpenghasilan cukup besar karena\nposisinya cukup tinggi di perusahaan tempatku bekerja. Ia melarangku bekerja\nkarena kawatir aku tidak bisa mengurus pekerjaan rumah dengan baik jika bekerja\nsebagai operator,\u201d tutur Sherly. <\/p>\n\n\n\n<p>Sherly berusaha\nmeyakinkan suaminya, dan berhasil membuktikan bahwa profesinya sebagai pekerja\ntambang tidak mengganggu tugasnya mengurus keluarga. \u201cBagiku menjadi operator\nalat berat adalah sebuah kebanggaan. Namun demikian, aku tidak akan lupa\nkodratku sebagai perempuan yang harus mengurus keluarga,\u201d tegas Sherly. Alhasil\nia pun bisa mempertahankan profesi yang telah digelutinya sejak 1993 silam\nhingga sekarang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Antara Kodrat dan Aktualisasi Diri<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Mengapa\nperbincangan peran ganda menjadi penting dikaitkan dengan pekerja perempuan di\ntambang? Dalam kontek ini, peremuan pekerja tambang yang dimaksudkan adalah\nmereka yang langsung bertugas mengoperasikan armada tambang, bukan yang bekerja\ndi perkantoran industri tambang. <\/p>\n\n\n\n<p>Satu hal\nyang harus kita pahami. Profesi operator alat berat merupakan profesi yang\nrelatif berat untuk perempuan. Selain itu, para perempuan pekerja tambang\numumnya adalah ibu rumah tangga dan bahkan sebagian dari mereka berstatus <em>single\nparent.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Dilihat dari durasi kerja, profesi ini membutuhkan waktu yang\ncukup lama, yaitu 12 jam dalam sehari. Artinya, jika ditambah jam berangkat dan\npulang kerja, perempuan membutuhkan waktu sekitar 13 jam di luar rumah. Para\noperator tambang juga harus bekerja dalam shift. Ketika tiba giliran masuk\nkerja shift malam, maka perempuan akan duduk semalam suntuk dalam alat berat. <\/p>\n\n\n\n<p>Armada tambang merupakan armada yang sangat besar, bahkan\nsatu truk bisa mengangkut hingga 360 ton OB dalam sekali angkut. Jika\ndihubungkan dengan tampilan fisik perempuan yang begitu feminin, sekilas tidak\nada kecocokan perempuan mampu menjalankan armada tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>Dilihat dari lokasi kerja, tambang merupakan hutan belantara\nyang sunyi. Dibutuhkan keberanian tersendiri untuk tetap bisa berada di area\nkerja tersebut. Belum lagi jika ditengok dari seragam yang harus dikenakan,\ncukup berat dan jauh dari kesan <em>fashionable<\/em> yang umumnya digandrungi\nkaum hawa. <\/p>\n\n\n\n<p>Karakteristik pekerjaan itu menggiring pemikiran kita betapa\nsulitnya menjalani peran ganda sebagai ibu rumh tangga sekaligus sebagai\npekerja tambang. Namun realita membuktikan, perempuan pekerja tambang mampu\nmenjalani dua peran tersebut dengan sangat baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Penuturan sejumlah perempuan di atas membuktikan bahwa peran\nganda yang harus mereka jalani bukan persoalan serius yang harus diperdebatkan.\nKesederhanaan mereka berpikir menjadi dasar kesuksesan mereka menjalani dua\nprofesi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka\nbukanlah perempuan lulusan&nbsp; pendidikan\ntinggi. Pendidikan mereka umumnya hanya tamat SMA. Namun kesederhanaan cara\nberpikir mereka mengalahkan berbagai konsep yang kerap diperdebatkan di\npanggung seminar. Sebuah konsep terkait&nbsp;\nperan ganda perempuan, yang kerap menjadi perbincangan para pakar dengan\nlatar belakang pendidikan sangat tinggi, seperti para master dan doktor.<\/p>\n\n\n\n<p>Para\noperator perempuan di tambang sukses menjalankan peran ganda hanya didasari pemikiran\nsederhana. \u201cMenjalankan tugas rumah tangga adalah kodrat perempuan, menjadi\noperator alat berat di tambang adalah bagian dari aktualisasi diri perempuan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Konsep\nsederhana itu muncul dari sebuah ketulusan. Para pekerja perempuan di tambang\nadalah para ibu sejati yang dengan ikhlas mau dan mampu menyelesaikan tugas\nrumah tangga. Ini terlihat dari pengakuan mereka bahwa mereka bisa fokus kerja\njika sebelum berangkat bisa menyelesaikan pekerjaan rumah.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Memaknai\nKodrat Perempuan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Berbicara tentang kodrat, kadang muncul opini bahwa perempuan\nyang fokus mengurus keluarga dan tidak bekerja di luar rumah adalah perempaun\nyang tahu akan kodratnya. Opini tersebut seolah menggiring pemikiran kita jika\nperempuan bekerja di luar rumah kurang tahu kodratnya. Alasannya karena mereka\ntidak benar-benar fokus menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga.<\/p>\n\n\n\n<p>Opini semacam ini tentu saja harus dibuktikan kebenarannya. Sebab,\nbanyak perempuan yang memilih tidak bekerja di luar rumah, tapi kenyataannya\nwaktu mereka habis untuk hal-hal yang kurang berguna. Nongkrong di kafe, jalan-jalan\nbersama teman, hingga membentuk komunitas yang kerap dikenal dengan kelompok\nsosialita. Pada akhirnya urusan keluarga pun tidak tertangani dengan baik,\nmeski mereka tidak bekerja di luar rumah.<\/p>\n\n\n\n<p>Lantas bagaimana dengan perempuan pekerja tambang yang jelas\nlebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Umandia menjelaskan kunci utamanya\nadalah manajemen dan pemanfaatan waktu secara berkualitas. \u201cSaya harus pandai\nmemanfaatkan waktu agar tugas di rumah tangga tertangani dengan baik. Hal-hal\nyang tidak berguna seperti kumpul-kumpul sekedar untuk ngrumpi paling saya\nhindari,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan cara itu, Umandia yang single parent terbukti bisa\nmengasuh anak-anaknya dari kecil hingga di bangku kuliah. Tidak hanya itu,\nUmandia juga tetap merawat ibunya yang sudah renta hingga ajal menjemput ibunya.<\/p>\n\n\n\n<p>Manajemen waktu yang baik juga mengantarkan Yenny, perempuan\nyang sudah menekuni pekerjaan tambang selama 12 tahun. Sebagai ibu muda, ia\nharus bisa menjamin buah hatinya tetap mengkonsumsi ASI, meski kesibukan\ntambang menyita waktunya. Yenny kadang menyempatkan memerah ASI di kabin truk\nyang dioperasikannya. \u201cApapun akan saya lakukan demi anak saya tetap\nmendapatkan ASI\u201d,\u201d katanya. <\/p>\n\n\n\n<p>Naluri Yenny sebagai seorang ibu tidak luntur oleh kerasnya\nkehidupan tambang. Sebuah naluri yang tercipta dari diri yang ikhlas dan tulus\nuntuk mewujudkan hal-hal positif dari dua dunia yang digelutinya. Sebagai\nperempuan pekerja tambang, Yenny berbicara peran ganda dengan tindakan nyata tidak\nsekedar retorika. Mereka adalah para ibu sejati yang tidak disibukkan dengan\nseremoni hari ibu.<\/p>\n\n\n\n<p>Apa yang dilakukan para perempuan pekerja tambang menjadi\ngambaran bahwa mereka bukan perempuan lemah. Memadukan dunia tambang yang\nsangat keras dan tugas rumah tangga yang sangat berat hanya mampu dilakukan\noleh perempuan hebat.<\/p>\n\n\n\n<p>Lantas siapa sejatinya perempuan hebat? Berkaca dari\nperempuan pekerja tambang, perempuan hebat adalah mereka yang mampu menempatkan\nkarir di luar rumah sebagai bentuk aktualisasi diri perempuan. Sedangkan tugas\ndalam rumah tangga sebagai bentuk kodrat perempuan. Sebagai perempuan hebat,\nmereka telah menjalani, merasakan, sekaligus membuktikan bahwa peran ganda\ntidak perlu diperdebatkan. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dukungan Keluarga<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Hal mendasar yang juga mendukung kesuksesan perempuan pekerja\ntambang menjalani peran ganda adalah kemampuan komunikasi internal mereka.\nBagaimana mereka melakukan negosiasi dan koordinasi dengan suami dan anak\nmenjadi faktor penting. <\/p>\n\n\n\n<p>Suryani menceritakan dirinya berbagi tugas dengan suaminya\nuntuk mengerjakan pekerjaan rumah, terutama saat dirinya harus masuk pagi.\nSementara Yenny, menyerahkan tugas antar jemput anaknya ke sekolah kepada\nsuaminya yang lokasi kerjanya lebih memungkinkan untuk menjalankan tugas\ntersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini menunjukkan bahwa kesuksesan perempuan menjalankan\nperan ganda juga membutuhkan pengertian dan dukungan laki-laki, dalam hal ini\nsuami. Baik suami maupun istri harus bisa melepaskan egonya masing-masing agar\npengaturan peran berjalan dengan baik. Di sisi lain, saling pengertian juga\ntidak akan tercipta kalau negosiasi suami dan istri didasari perdebatan logika\nsemata. &nbsp;Sebab, kesusksesan manajemen\nrumah tangga membutuhkan kombinasi antara logika dan rasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan dukungan keluarga, khususnya suami diharapkan peran\nganda perempuan pekerja tambang bisa berjalan optimal. Selamat hari ibu untukmu\npara perempuan tangguh di dunia tambang.<\/p>\n\n\n\n<ul><li><strong><em>Tulisan ini disarikan dari hasil riset yang berjudul \u201cPekerja Perempuan\ndi Tambang: Bentuk Negosiasi Kesetaran Gender dalam Dunia Kerja Maskulin\u201d karya\nZulfatun Mahmudah, S.Pd, M.I.Kom, CSRS.<\/em><\/strong><\/li><li><strong><em>Riset tersebut meraih penghargaan BEST OF THE BEST Research Nasional\ntahun 2018<\/em><\/strong><\/li><\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp;\u201cKodrat saya sebagai perempuan adalah mengurus keluarga. Saya bekerja di luar rumah karena saya ingin mencari kegiatan positif, sekaligus menghasilkan uang untuk biaya anak-anak. Dengan dasar pemikiran itu, saya tidak merasa beban harus mengerjakan dua tugas sekaligus.\u201d Pernyataan itu disampaikan Umandia, perempuan single parent yang sudah 27 tahun bekerja sebagai operator alat berat di sebuah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0},"categories":[3],"tags":[],"gutentor_comment":0,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/318"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=318"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/318\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":319,"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/318\/revisions\/319"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zulfatunmahmudah.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}